Skip to content

Kamboya

Maret 10, 2010
Kamboya merupakan makanan tradisional yang paling eksis di Pulau Kangean. Boleh dibilang Kamboya menjadi makanan wajib, apalagi bagi mereka yang tinggal di Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kangean, Sumenep, Madura.
Sekilas tidak ada yang istimewa dari Kamboya. Dari segi rupa, mirip sekali dengan lontong. Bungkusnya sama. Besarnya sama. Bentuknya pun sama. Tapi ternyata Kamboya memiliki beberapa keunikan yang tidak dimiliki lontong lho!
Jika lontong dibuat dari beras, Kamboya dibuat dari ketan. Tiga bahan utama untuk membuat Kamboya adalah ketan, santan dan kacang kering. Proses pembuatannya terbilang cukup panjang. Untuk merebus Kamboya dibutuhkan waktu hingga delapan jam! Hal ini dilakukan untuk menjaga agar ketan, santan dan kacang menyatu dengan sempurna agar cita rasa khas-nya terjaga. Santan yang digunakan pun merupakan santan alami, bukan santan instan lho!
Dari luar, Kamboya terlihat seperti lontong. Padahal jika dibuka kulit pisang yang membungkusnya, terlihat bahwa potongan besar Kamboya akan terbagi menjadi empat potongan dalam ukuran yang lebih kecil, mirip seperti potongan otak-otak.
Hampir semua warga Kangean bisa membuat Kamboya, tapi satu nama paling beken sebagai pembuat Kangean adalah Bu Halimah yang menjual Kamboya buatannya di pelabuhan Batu Guluk. Bu Halimah adalah generasi ketiga pembuat Kamboya di Kangean dan merupakan pembuat Kamboya yang paling laris!
Selain menjadi makanan favorit warga Kangean, Kamboya juga disukai warga di sekitar Sumenep lho! Biasanya, warga Kangean menjadikan Kamboya sebagai buah tangan jika mereka akan berpergian melintasi pelabuhan. Tidak perlu takut basi, Kamboya dapat bertahan selama empat hari.
Ada dua jenis Kamboya. Ukuran besar berisi empat potong dibandrol dengan harga Rp2.000,00. Sementara ukuran kecil yang berisi tiga  potong dijual dengan harga Rp1.000,00. Murah dan mengeyangkan!
Kamboya

Bahan dan pelengkap
  1. Beras ketan
  2. santan
  3. Tali rafia
  4. Daun pisang
  5. Garam
cara membuat Kamboya
  1. Daun pisang dijemur hingga layu
  2. Potong daun pisang dengan bentuk persegi panjang dengn ukuran panjang = 2 sapai 3 cm, lebar = 5 sampa 5 cm ( untuk membungkus ketan )
  3. Sisakan daun untuk pembugkus luar Kamboya
  4. Santan yang sudah tersedia beri sedikit garam (sesuai selera)
  5. Masak ketan hingga setengah matang
  6. Tuangkan santan dan aduk ketan hingga santan tercampur merata
  7. Angkat masakan ketan
  8. Ambil daun pisang persegi panjang, taruh masakan ketan ke dalam daun tersebut, bungkus hingga menyerupai ibu jari. Buatlah bentuk yang serupa hingga masakan ketan tidak tersisa
  9. Dari bungkusan tadi, ambil beberapa biji (6 sampai 8 biji) taruh pada daun pisang secara berjejer 2×3 atau 2×4) dan lipatlah daun pisang hingga semua bagian tertutupi
  10. Ikat lipatan dengan tali rafia hingga tidak dimungkinkan air masuk. Kamboya mentah telah selasai dibuat
  11. Masak Kamboya mentah hingga matang (air untuk memasak melebihi volume kanboya yang ada di panci)
  12. Angkat Kamboya dan dinginkan
  13. Kamboya siap dihidangkan
Cara menghidangkan Kamboya
  1. Buka ikatan Kamboya
  2. Buka bungkus luar Kamboya
  3. Kamboya siap dinikmati

Kamboya

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: